fbpx

10 Langkah Meluncurkan Merek Fashion yang Berhasil

Setiap merek ikonik yang kamu kenal saat ini memiliki cerita awalnya masing-masing. Sebuah merek fashion yang mendominasi department store saat ini mungkin dimulai sebagai bisnis kecil dengan total penjualan yang tidak mengesankan.

Meskipun meluncurkan merek fashion sendiri merupakan tantangan, berkat e-commerce dan pemasaran online, kamu punya peluang besar mengubah merek yang dimulai di toko online kecil menjadi merek fashion yang terkenal. Akan lebih mudah bagimu jika kamu simak beberapa langkah meluncurkan merek fashion yang berhasil berikut ini!

Identifikasi kebutuhan di pasar

Sebuah merek fashion yang sukses tidak berhasil karena kesombongan desainer pendirinya. Mulailah dengan memikirkan kesempatan di pasar yang saat ini tidak terisi.

Misalnya kisah Maria Anggriani, CEO This Is April, yang mendirikan merek fashion-nya sendiri setelah sering ikut suami ke luar negeri dan melihat pakaian di sana cukup modis. Merasa saat itu, di tahun 2012 Jakarta belum semodis sekarang, Maria memutuskan membuat konsep desain yang terinspirasi dari desain luar negeri yang diubah menjadi desain sendiri.

Kamu bisa mendapat inspirasi dari mana saja. Coba pikirkan hal apa mengenai fashion yang belum ada saat ini dan kamu harap ada yang membuatnya atau produk apa yang seharusnya ada saat ini tapi tidak ditawarkan oleh perusahaan pakaian besar. Daripada menunggu orang lain untuk mengisi ruang kosong tersebut, lebih baik kamu memulai sendiri.

Kembangkan rencana bisnis

Rencana bisnis akan memandu seluruh perjalananmu sebagai perancang busana dan produsen pakaian. Kamu harus sudah menjawab apa tujuan akhir yang kamu tetapkan untuk produk yang kamu tawarkan.

Misalnya, kamu ingin menjadi nama merek yang dijual di Nordstrom dan Macy’s atau ingin membuat merek private label untuk perusahaan seperti Target atau H&M. Identifikasi tujuanmu dan pertahankan tujuan tersebut dalam pikiranmu saat kamu membangun merek fashion.

Identifikasi juga audiens target merek fashion

Langkah ini hampir sama dengan mengidentifikasi kebutuhan pasar. Tujuanmu bukan hanya untuk mengidentifikasi item pakaian apa yang harus ada, tapi juga target pasar konsumen produk tersebut. Desain yang brilian tidak berarti jika tidak memiliki pelanggan potensial.

Pertimbangkan pro dan kontra dari menargetkan demografi tertentu. Misalnya, anak muda cenderung sadar gaya dan mungkin lebih mudah menerima pemasaran online dan promosi dari mulut ke mulut, tapi mereka juga mungkin memiliki dana yang terbatas. Pelanggan paruh baya mungkin mampu membeli harga yang lebih tinggi, tapi mereka mungkin kurang peduli dengan gaya dan sudah setia pada merek yang ada.

Mulailah mendesain

Jika ini adalah keahlianmu, inilah kesempatan bagimu untuk bersinar secara kreatif. Koleksi pertama yang kamu rilis ke pasar akan menceritakan banyak hal tentang dirimu sebagai seorang desainer, jadi pastikan kamu membuat sesuatu yang kamu sendiri akan pakai dan kemungkinan besar disukai orang.

Pada saat yang sama, pikirkan secara praktis. Apapun yang kamu rancang harus diproduksi dengan cara yang hemat biaya. Menjadi perancang busana yang sukses selalu merupakan perpaduan antara yang ideal dan yang dapat dicapai.

Pilih produsen pakaian

Kecuali jika kamu berencana untuk mencari, memotong, dan menjahit semua bahan sendiri, kamu memerlukan mitra manufaktur. Ini bisa berarti banyak hal.

Mungkin kamu perlu mencari kolega yang dapat membantu membuat pakaian di studio rumah, pemasok kain, atau pabrik yang dapat memproduksi persediaan terbatas bersama barang-barang yang diproduksi secara massal. Untuk desainer baru dengan anggaran terbatas, seluruh proses pencarian bisa dilakukan melalui telepon dan email. Jika tujuan fashion-mu tidak terlalu muluk-muluk, kamu mungkin dapat memproduksi barang secara lokal, seperti di fasilitas sablon cetak terdekat.

Pilih nama merek, logo, dan profil pasar

Jika tampaknya item pakaianmu dapat diproduksi dengan biaya produksi yang wajar, kamu siap untuk mulai merencanakan profil pasar. Ini berarti memilih nama bisnis, logo, dan slogan jika perlu.

Artinya kamu perlu merancang website dengan platform e-commerce seperti Shopify atau Etsy. Pelanggan menyukai merek dengan cerita yang menarik, jadi memasukkannya ke dalam nama merek, logo, atau website akan membantu. Tahap ini harus diselesaikan saat proses pembuatan pakaian berjalan sehingga kamu siap menjual barang segera setelah dibuat.

Tentukan harga

Langkah ini terkait dengan mengidentifikasi dan memahami audiens targetmu. Pilih titik harga yang akan menutupi biaya produksi, tapi tidak terlalu memberatkan pelanggan yang kamu harapkan akan melirik bisnis fashion-mu.

Mulailah proses pemasaran

Pada tahap ini, merek fashion-mu membutuhkan brand awareness atau kesadaran merek. Instagram dipilih oleh banyak pebisnis sebagai platform populer untuk membangun brand awareness. Ada banyak pula influencer Instagram yang dengan senang hati akan mempromosikan merek fashion baru dengan imbalan produk.

Tetapkan tujuan penjualan dan distribusi yang realistis

Jangan takut bermitra dengan profesional bisnis untuk memulai langkah ini. Hanya karena kamu memiliki visi mode tidak berarti kamu tahu tentang distribusi pakaian. Jika kamu dapat mencapai sasaran penjualan, kamu dapat terus berkembang sesuai rencana bisnis yang sudah kamu tetapkan diawal.

Luncurkan dan cari lebih banyak investasi dan kemitraan

Setelah kamu memiliki bukti konsep (pakaian yang dapat kamu jual dalam jumlah terbatas), kamu siap bergabung dengan calon mitra bisnis dan investor. Memang sangat baik untuk memiliki bisnismu secara langsung dan menyimpan semua keuntungan masa depan.

Tapi karena sebagian besar pemilik bisnis harus berkembang, mereka membutuhkan akses ke modal. Mencari mitra bisnis yang dapat menyediakan modal tersebut dengan imbalan potongan pendapatan masa depan adalah cara paling tradisional untuk mengembangkan bisnismu lebih besar.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events