fbpx

Awal Mula Lahirnya Byurger, Sebuah Resto Burger Kekinian Di Tengah Pasar Cipete Selatan

Entrepreneurs.id- Siapa disini yang tidak pernah makan burger? Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan menu makanan yang satu ini, sebuah roti dengan tumpukan daging, dan sayur yang diberi saus, dan mayones di dalamnya. Namun ditangan Wiro pria berusia 30 tahun burger yang biasa jadi tidak biasa. Wiro akan berbagi ilmu tentang bagaimana dirinya membangun bisnis F&B miliknya.

Berawal Dari Kuliah Masak Hingga Menjadi Resto Konsultan

Sumber Instagram

Wiro pernah menimba ilmu kuliah di salah satu universitas, dengan mengambil kejuruan masak, atau juru masak, namun di tahun 2009 Wiro sudah mulai terjun ke dunia masak dengan keliling beberapa hotel sana sini sampai dititik jenuh dan akhirnya bikin usaha sendiri. “Dulu tuh awalnya aku dari jualan menu, karena dulu kan di hotel aku sering banget bikin menu jadi semua menu yang sudah saya pelajarin gitu, gimana caranya saya kuasai terus saya jualan menu”, Ujar Wiro

Sebelum punya bisnis F&B bisa dibilang Wiro merupakan penyedia menu, dan dekorasi dapur untuk mereka yang akan membuat bisnis F&B. “Aku buatin menu untuk restoran, dan café, kebetulan saya cukup expert di Italia, Indonesia, Perancis sedikit, sama Asia jadi kalau ada orang yang mau makanan itu saya memberanikan diri, saya jualan menu aja karena kan udah bosen masak di hotel-hotel lagi”, Ujarnya.

Karena tidak terlalu puas akhirnya Wiro mencoba menjadi penyedia jasa layout kitchen, kontraktor kitchen, supplier dapur. “Selain menjual menu makanan saya juga menyediakan jasa layout kitchen, kontraktor kitchen,  supplier dapur”, Katanya

Tidak berhenti sampai disitu Wiro pun akhirnya menjual management restoran atau SOP (Standar Operasional Prosedur). “Jadi sampe sekarang udah all package, semuanya udah kami sediakan dari marketingnya, dari menunya bisa disebut konsultan resto”, ujar Wiro.

Pentingnya Branding

Sumber Instagram

Branding merupakan hal utama dalam membangun sebuah produk, dan Wiro menyadari itu. Setelah menemukan konsep sebuah resto yang akan Wiro bangun hal utama yang Wiro pikirkan adalah Brand. “Saya bukan brand consultant tetapi saya belajar tentang hal itu. Dalam artian kita akan bentuk-bentuk produk dulu baru kita buat publishing, waktu kita akan publishing itu kita butuh brand tuh ditengah-tengahnya. Biar orang apal, biar orang tahu, biar orang kenal”, ujar Wiro.

Terciptanya Brand Byurger karna Wiro ingin membangun sebuah resto makanan yang speciality dulu agar target pasar lebih segmented. “ Saat kami sedang bainstroming untuk menentukan sebuah brand yang cocok, memang saya bukan seorang brand inisiator lalu saya tanyakan ke istri saya dan dia bilang Byurger aja. Nah, saya merasa ada ke unikan dari nama tersebut karena kata dari burger tadi hanya di plesetin aja jadi byurger, jadi mudah dan gampang diingat oleh orang waktu orang lewat, orang baca di online jadi orang kepikiran dan ada perasaan penasaran”, ujar Wiro.

Bagi wiro brand itu seperti anak. “ Kita engga boleh semangat di awal doang sewaktu bikin brand kita, tapi ketika sudah launching kita harus tetap berpikir mau dibawa kemana brand kita, sama seperti anak ketika sudah besar mau disekolahin kemana, kalau sakit mau dibawa ke rumah sakit mana, begitu juga dengan brand kita harus bisa menentukan target pasar kita siapa, lakukan marketing brand, dan lakukan brand awareness kalau sakit ya obatin”, ujar Wiro.

Lakukan Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar merupakan salah satu hal yang perlu kamu lakukan agar produk yang kamu akan pasarkan tepat sasaran. “Awalnya aku lakukan segmentasi pasar berdasarkan umur, jadi target pasar ku itu ada di usia 16 tahun- 36 tahun saja, sehingga mereka yang datang ke resto aku itu, mereka yang anak-anak muda kekinia gitu”, Ujarnya.

Selain target segmen kaula muda Wiro pun mentargetkan para wanita dengan cara melakukan desain resto lebih feminim, dari mulai pemilihan warna, tipe-tipe wording, dari tone, menu dan segala macam didesain lebih feminim. “Kebetulan aja si saya sukanya bikin sesuatu yang kalau dikasih genre cewek tanpa maksud seksis ya, kenapa saya pilih wanita karena kalau cewek ngajak pacarnya udah pasti mau gitu”, ujar Wiro

Fokus Terhadap Sesuatu Yang Kamu Bangun

Dalam membangun bisnis F&B atau bisnis apapun Wiro menuturkan bahwa kita harus tetap fokus dan semangat, dan jangan sekali-kali kamu berpikir kalau usaha yang kamu bangun itu hanya sekedar sampingan. “ Kalau kita bikin sesuatu yang awalnya berpikir hanya untuk dijadikan sampingan, kayaknya hasilnya juga akan sampingan”, tegasnya

Atur Keuangan Dengan Baik

Untuk menjadi seorang pembisnis kamu perlu membuang anggapan bahwa perlu modal yang besar untuk itu, pikiran itu hanya akan menghambat bisnis kamu. Wiro menjelakan bahwa “sebagai seorang pembisnis harus pandai dalam mengelolah keungan, misalkan kamu hanya memiliki modal 500 ribu, mulailah start dari kecil gunakan uang itu dengan baik, jangan misalkan kamu punya modal segitu terus kamu langsung jadikan modal itu produk semua, gunakan setengah dulu dari modal kamu, dan simpan sisanya untuk keperluan usaha kamu yang lain selama itu dapat meningkatkan omzet penghasilan kamu”, ujar Wiro.

Lakukan Strategi Digital Marketing

Startegi digital marketing kini sudah menjadi hal yang perlu dimiliki bagi semua pembisnis. Wiro menjadi pembisnis yang menggunakan sarana itu “saya menggunakan Google Ads, Facebook Ads, Instagram untuk melakukan promosi dan membangun brand awareness, jadikan media sosial sebagai tempat promosi untuk mendapatkan konsumen”, ujar Wiro.

Nah, itu tadi cerita bagaimana Wiro membangun bisnis Byurger sebuah bisnis F&B dengan menu Burger, Wiro tidak sedikit pun takut dengan pesaing yang memang sudah banyak resto burger yang terkenal di Indonesia. Selama kamu melakukannya dengan tahapan yang benar bisnis kamu pasti bisa bersaing dengan baik.

Dari kisah wiro tadi kita dapat simpulkan bahwa untuk menjadi seorang pembisnis F&B kita harus melakukan ini :

  1. Fokus pada sesuatu yang sedang kamu kerjakan
  2. Rencanakan secara matang bisnis yang akan kamu bangun
  3. Lakukuan riset pasar mendalam dengan melakukan segmentasi pasar
  4. Jadikan branding kamu seperti anak kamu
  5. Atur keuangan dengan baik
  6. Manfaatkan media social dan aplikasi yang dapat menaikan omzet penghasilan kamu

Nah itu tadi bocoran yang bisa kami bagikan, jangan malas untuk mencoba ya.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events