fbpx

4 Fakta Vtube, Bisnis Gratis yang Katanya Ilegal

Jumlah pengangguran di Indonesia memang masih menjadi salah satu masalah yang perlu diselesaikan. Kondisi makin memburuk sejak adanya pandemi COVID-19 di tahun 2020. Tidak hanya membawa dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia secara langsung, pandemi COVID-19 juga membuat angka pengangguran di Indonesia naik signifikan.

Berdasarkan laporan tahunan 2020 yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah pengangguran yang disebabkan oleh pandemi mencapai angka 9,77 juta jiwa. Jumlah ini naik drastis dari jumlah pengangguran yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2020, yakni 6,88 juta.

Jumlah pengangguran yang meningkat dan kesulitan ekonomi akibat pandemi membuat masyarakat harus putar otak untuk mendapat penghasilan. Di tengah situasi inilah Vtube muncul sebagai bisnis gratis yang menawarkan iming-iming penghasilan besar.

Ibarat mata air di tengah padang pasir, Vtube seakan hadir sebagai solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan uang yang dibutuhkan. Benarkah demikian? Sebelum kamu langsung tergiur dan bergabung, mari simak dulu beberapa fakta mengenai Vtube berikut!

Perusahaan ilegal

Informasi tentang Vtube yang disebut sebagai perusahaan ilegal memang benar. Hal ini dikonfirmasi lewat pernyataan Satgas Waspada Investasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang menyebut Vtube belum memiliki izin dari OJK. Perusahaan bernama lengkap PT Future View ini baru mengantongi izin sebagai perusahaan periklanan, bukan perusahaan investasi.

Faktanya, aplikasi Vtube yang fokus bisnisnya bergerak di bidang periklanan ini sudah dimasukkan ke dalam daftar perusahaan ilegal atau tidak punya izin olah Satgas Waspada Investasi OJK sejak Juni 2020 lalu. Saat ini PT Future View Tech tengah mengurus izin resmi dari OJK. Namun karena masih diproses, praktik bisnis investasinya masih tetap ilegal.

Menghasilkan uang lewat menonton iklan

Sulit untuk menahan godaan mendapat penghasilan besar dengan gampang. Mungkin itulah yang menyebabkan aplikasi yang sudah dinyatakan ilegal ini masih digunakan masyarakat.

Mengklaim aplikasinya mirip YouTube, Vtube menjanjikan imbal hasil mulai dari Rp200.000 hingga jutaan rupiah setiap bulan. Menghasilkan uang lewat Vtube juga sangat mudah, cukup dengan menyaksikan atau menonton iklan video setiap harinya selama 5 hingga 10 menit saja.

Tidak memungut dana dari masyarakat

Banyak yang berspekulasi bahwa bisnis Vtube mirip dengan MeMiles yang beroperasi dengan skema ponzi ataupun sistem member get member (MGM). Meskipun saat ini masih berstatus ilegal, Vtube masih punya harapan untuk mengantongi izin resmi dari OJK karena tidak memungut biaya apapun dari masyarakat dalam pengoperasiannya. 

Jika ingin mendaftar, masyarakat juga tidak dibebankan biaya sepeserpun. Anggota baru hanya harus menyaksikan video berisi iklan setiap hari untuk memperoleh poin Vtube atau Vtube Point (VP). Memungkinkan anggotanya mendapatkan dolar AS dengan menonton video iklan di Vtube, satu poin VP memiliki nilai setara 1 USD atau Rp14.000.

Belum ada laporan kerugian dari masyarakat

Tidak menerapkan sistem pemungutan dana dari masyarakat membuat Vtube hingga saat ini belum mendapatkan laporan kerugian dari masyarakat. Pihak Satgas Waspada Investasi (SWI) menyebut Vtube mungkin menjadi legal jika lolos proses dinormalisasi atau mendapat izin untuk dicabut dari daftar investasi bodong.

Apakah kamu tertarik menggunakan Vtube? Jika iya, tunggulah sampai aplikasi ini memiliki izin resmi dari OJK, ya. Teruslah berhati-hati agar tidak merugi. Semoga bermanfaat!

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *