fbpx

4 Tips Manajemen Waktu untuk Entrepreneur yang Super Sibuk

Sebagai entrepreneur, kamu adalah bos untuk dirimu sendiri. Ini mungkin terdengar menarik, tapi juga berarti bahwa kamu harus mengelola banyak hal sekaligus, termasuk waktu.

Rata-rata orang bekerja 8 jam per hari. Apa saja yang bisa kamu selesaikan selama waktu itu? Tergantung bagaimana kamu memanajemen waktu. Selain bekerja, kamu juga membutuhkan waktu untuk tidur, bersantai, menghabiskan waktu bersama keluarga, dan bersosialisasi.

Jadi, manajemen waktu adalah soal mengefektifkan jam kerja, bukan kuantitasnya. Kamu tidak dapat mengukur kesuksesan dengan jumlah jam bekerja, tapi seberapa efektif dan berdampak jam-jam tersebut. Jika kamu siap untuk mulai bekerja dengan lebih cerdas, pertimbangkan 4 tips manajemen waktu untuk entrepreneur super sibuk berikut!

1. Jadwalkan semua hal

Kamu mungkin merasa punya memori yang sangat bagus dan bisa mengingat hampir semua hal, tapi jangan terlalu percaya diri. Jika memungkinkan, catat dan jadwalkan semua hal karena bahkan jika kamu yakin bisa mengingat semua hal yang perlu dilakukan secara akurat, kamu mungkin melupakan sesuatu atau salah mengingat detail penting.

Bagi entrepreneur yang sibuk, manajemen waktu adalah hal yang sangat penting. Jadi, mulailah dengan memastikan tidak ada yang kamu lupakan dengan cara menuliskan setiap tugas yang ada. Ada banyak cara mencatat jadwal, bisa dengan menyimpan buku catatan atau menyimpan kalender online. Kamu juga bisa memanfaatkan layanan manajemen waktu dan kalender penjadwalan online seperti Google Calendar.

2. Hindari multitasking

Multitasking selama ini dikenal sebagai kelebihan karena kamu dapat melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan. Tapi, sebenarnya yang terjadi saat kamu melakukan banyak tugas di waktu yang bersamaan adalah kamu menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakan hal sangat sedikit dan tidak terlalu baik.

Manajemen waktu adalah cara kamu mendapatkan hasil terbaik dari jam-jam yang kamu habiskan untuk melakukan sesuatu, dan multitasking bukanlah salah satunya. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan Teknik Pomodoro, juga dikenal sebagai pemblokiran waktu yang memiliki cara kerja sebagai berikut: 

  • Pilih tugas pertama di daftar prioritas. Kemudian, setel jam selama 25 menit dan bekerjalah dalam batas waktu tersebut untuk menyelesaikannya. Kamu tidak boleh memeriksa email, menjawab telepon, atau melihat-lihat media sosial.
  • Saat pengatur waktu mati, hentikan tugas tersebut, dan istirahat sejenak.
  • Setel pengatur waktu lagi untuk melanjutkan tugas itu atau lanjut ke tugas berikutnya di daftar yang kamu punya.

Tips manajemen waktu ini memungkinkan kamu untuk mengerjakan tugas lebih cepat dengan energi yang lebih banyak. Coba terapkan dan lihat perubahan seperti apa yang akan diberikan.

3. Seimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan

Pekerjaan menghabiskan 1/3 waktu dari hidup, itu berarti 90.000 jam selama seumur hidup. Besarnya waktu yang kamu habiskan untuk bekerja mungkin membuatmu berpikir bahwa selama kamu mengutamakan pekerjaan, segala sesuatu yang lain akan berjalan dengan lancar.

Tidak selalu demikian, justru sekarang adalah waktu yang tepat bagimu untuk berhenti menganggap bahwa mengedepankan kehidupan pribadi adalah gangguan bagi pekerjaan. Mengutamakan kehidupan pribadi dengan cara merencanakan pekerjaan seputar waktu yang dihabiskan bersama keluarga, teman, dan me time bisa membawa dampak positif yang besar.

Mulai dengan membuat kalender jadwal keluarga dan kegiatan sosial bulanan. Tambahkan jadwal-jadwal tersebut ke dalam kalender kerjamu agar rencana mingguan dapat dikoordinasikan dengan rencana kehidupan pribadi. Memasukkan jadwal yang bermanfaat bagi diri sendiri, seperti olahraga, makan siang dengan teman, meluangkan waktu membaca, dan bahkan tidur siang sangat bermanfaat untuk mendapatkan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan dunia pekerjaan.

Menjadikan perawatan diri dan hubungan dengan orang lain sebagai hal penting dalam hidup adalah cara mencapai keseimbangan yang diperlukan. Melakukan kegiatan selain bekerja memberikan waktu pada otak untuk pulih dari pekerjaan terus-menerus sehingga kamu bisa lebih produktif ketika kembali melakukannya.

4. Istirahat sejenak

Beberapa entrepreneur memilih makan siang di meja untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Sikap seperti ini tidak mengesankan karena tidak ada yang boleh marah atau memandang rendah dirimu hanya karena kamu istirahat sejenak dan tidak bekerja. Otak dan tubuh setiap orang membutuhkan pelarian, itulah mengapa istirahat diciptakan.

Daripada bekerja tanpa henti, gunakan waktu istirahat untuk melakukan peregangan atau jalan cepat. Gerakan ini meningkatkan aliran darah ke otak sehingga kamu dapat berpikir lebih baik. Tidak ada penelitian yang mengatakan duduk di meja selama berjam-jam memberikan efek yang sama.

Dengan tips manajemen waktu sederhana di atas, kamu dapat membagi waktu dengan lebih bijaksana. Ingat, manajemen waktu adalah hal yang bisa kamu atur karena waktumu adalah milikmu. Oleh karena itu, gunakan sebaik mungkin sesuai kebutuhanmu. Semoga bermanfaat!

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *