fbpx
Atomic Habits

Atomic Habits, Kebiasaan Kecil Berdampak Besar

Entrepreneur.id – Buku “Atomic Habits” oleh James Clear membantumu mengubah kebiasaan buruk dengan cara yang mudah dan terbukti ampuh. Jika salah satu resolusimu tahun ini adalah membaca lebih banyak buku pengembangan diri, “Atomic Habits” merupakan awal yang baik.

Mengubah kebiasaan adalah hal yang rumit dan kompleks karena mengharuskan seseorang untuk merusak kebiasaan saat ini sambil secara bersamaan mengembangkan serangkaian tindakan baru yang tidak familiar. Umumnya, proses ini membutuhkan waktu lebih lama dari yang diinginkan.

Saat kamu berpikir, merasakan, dan bertindak dengan cara tertentu selama periode waktu tertentu, kebiasaan terbentuk, tidak hanya dalam perilaku tapi juga dalam sistem ingatan. Kebiasaan adalah perilaku rutin yang berulang secara teratur dan cenderung terjadi tanpa disadari.

Kamu mungkin punya beberapa kebiasaan yang ingin kamu ubah, seperti sulit bangun pagi, mengonsumsi junk food, jarang olahraga, kurang minum air putih, dan sebagainya. Apapun kebiasaan itu, akan sulit bagimu untuk mengubahnya, tapi bukan berarti tidak mungkin. Mari simak review lengkapnya berikut!

Apa yang menarik dari “Atomic Habits”?

atomic habits by james clear

Banyak hal menarik yang bisa kamu pelajari dari buku “Atomic Habits”, salah satunya adalah mendapatkan banyak tips sangat praktis dan mudah diterapkan untuk memperkuat kebiasaan baik dan menyingkirkan kebiasaan buruk. Buku ini sangat populer karena memberikan langkah-langkah sederhana untuk mengubah kebiasaan, mudah dimengerti, punya konsep sederhana, tapi tetap berdampak besar.

Apa isi buku “Atomic Habits”?

Bukan sekadar teori, James memulai bukunya dengan cerita yang menarik dan mudah dimengerti pesannya. Ia bercerita tentang tim bersepeda Inggris yang tidak terlalu bagus. Sejak tahun 1908, tim bersepeda Inggris hanya memenangkan satu medali emas di Olimpiade. Dalam 110 tahun, tidak ada pesepeda Inggris yang pernah memenangkan Tour de France (kejuaraan balap sepeda paling bergengsi di dunia).

Kemudian pada tahun 2003, tim tersebut mempekerjakan seorang direktur kinerja baru bernama Dave Brailsford. Strategi Brailsford adalah mencari perbaikan berskala kecil dalam segala hal yang dilakukan tim. Idenya adalah jika tim bisa menjadi 1% lebih baik di setiap aspek bersepeda, itu akan menghasilkan dan menjadi keuntungan besar.

Jadi, Brailsford dan para pelatih melakukan setiap peningkatan, sekecil apapun, seperti:

  • Mendesain ulang tempat duduk untuk memberikan kenyamanan lebih.
  • Menambahkan alkohol gosok pada ban untuk pegangan yang lebih baik.
  • Memberi pesepeda overshort yang dipanaskan dengan listrik untuk mempertahankan suhu otot yang ideal.
  • Mengganti setelan balap untuk aerodinamika yang lebih baik.

Tidak berhenti sampai di situ. Mereka juga mencoba gel pijat yang berbeda untuk pemulihan otot tercepat, mengganti bantal dan kasur untuk mendapatkan tidur malam terbaik, dan banyak lagi.

Hasilnya, Dari 2007 hingga 2017, tim Bersepeda Inggris memenangkan 178 kejuaraan dunia, 66 medali emas Olimpiade atau Paralimpiade, dan 5 kemenangan Tour de France.

Apa pesannya?

Jadi, pelajaran pertama yang bisa kamu ambil dari buku “Atomic Habits” adalah berusaha jadi lebih baik 1% setiap harinya adalah kunci perubahan. Setiap perubahan mungkin terlihat tidak penting karena hanya membuat perbedaan kecil, tapi secara keseluruhan, mengubah hal-hal kecil membawa dampak perubahan yang sangat besar.

Menjadi orang lebih baik tidak bisa dilakukan dalam waktu satu malam. Kamu tidak perlu cepat, yang penting konsisten meskipun lambat. James dalam bukunya mengatakan bahwa hanya dengan berusaha menjadi lebih baik 1% setiap harinya, kamu akan diarahkan pada hasil yang signifikan.

Rumus James soal perubahan

James menggunakan rumus matematika untuk membuktikan pemikirannya.

“Jika kamu bisa menjadi 1% lebih baik setiap hari selama satu tahun, kamu akan menjadi tiga puluh tujuh kali lebih baik saat tahun berganti. Sebaliknya, jika kamu menjadi 1% lebih buruk setiap hari selama satu tahun, kamu tidak akan jadi lebih baik sampai akhirnya kamu tidak menjadi apa-apa.”

James

James menegaskan, “You are what you repeat” atau “Kamu adalah apa yang kamu ulangi”. Bukan berarti kamu harus sempurna setiap harinya untuk membuat kemajuan. Poin terpenting adalah kamu fokus pada prosesnya, bukan hasil akhir.

Mengubah kebiasaan adalah proses berkelanjutan

James menekankan pentingnya mengedepankan proses dengan menulis, “Lupakan tujuan besar, fokuslah pada sistem”. Artinya, kamu bisa mendapatkan hasil yang kamu inginkan hanya dengan melakukan peningkatan kecil yang konstan. Contoh:

  • Menabung Rp500.000 setiap minggu mungkin tidak banyak, namun itu akan berlipat ganda menjadi Rp2 juta sebulan dan Rp24 juta pada akhir tahun.
  • Olahraga ke gym 3 kali dalam satu minggu tidak akan membuat kamu bugar, tapi melakukannya setiap minggu selama setahun akan mengubah bentuk tubuhmu sepenuhnya.
  • Membaca 15 halaman sehari tidaklah banyak, tapi jika diakumulasikan akan menjadi 105 halaman seminggu, 420 halaman sebulan, dan 5.040 halaman setahun. Rata-rata buku punya 250 halaman, jadi kamu bisa membaca 20 buku setahun hanya dengan membaca sedikit setiap hari.

Semua orang punya potensi untuk berubah

Apapun yang ingin kamu ubah dalam hidup, yakinlah kamu bisa melakukannya karena potensi itu ada di dalam dirimu. Cara mudahnya adalah dengan mengubah identitas untuk mengubah kebiasaan.

Kamu mungkin sering menggunakan kata “ingin” sebagai tujuan. “Ingin kaya”, “Ingin sukses”, “Ingin cantik’, “Ingin menjadi lebih baik”, dan banyak keinginan-keinginan lain.

Bagaimana caranya untuk mewujudkan keinginanmu itu? Mulailah dengan menyadari bahwa kamu sebenarnya sudah punya semua potensi di dalam dirimu untuk menjadi apapun yang kamu inginkan.

Maksudnya, kamu hanya perlu menerapkan kebiasaan yang memperlihatkan potensi tersebut. James mengusulkan 3 tahap perubahan perilaku:

  1. Outcome (hasil)
  2. Process (proses)
  3. Identity (Identitas)

Contoh:

  • Untuk memiliki perut six pack (hasil), kamu perlu berolahraga secara konsisten dan mengatur pola makan (proses), hasilnya kamu menjadi pria yang memiliki six pack (identitas).
  • Untuk masuk ke universitas impian (hasil), kamu perlu belajar sungguh-sungguh (proses), hasilnya kamu menjadi seseorang yang berhasil masuk ke universitas impian (identitas).
  • Untuk memiliki rumah tangga bahagia (hasil), kamu perlu membangun cinta, komunikasi dan kepercayaan dengan pasangan (proses), hasilnya kamu menjadi seseorang yang punya rumah tangga bahagia (identitas).

“Cara paling efektif untuk mengubah kebiasaan adalah dengan berfokus bukan pada apa yang ingin kamu capai, tapi pada orang seperti apa kamu ingin menjadi.”

James

Jadi, tetapkanlah identitasmu. Kemudian proses dan hasil akan mengikuti dengan lebih mudah. Apapun identitas yang kamu ingin capai, sekali lagi, kamu punya semua potensi tersebut di dalam dirimu.

The sculpture is already complete within the marble block, before I start my work. It is already there, I just have to chisel away the superfluous material.”

(Patung itu sudah selesai di dalam balok marmer, sebelum saya memulai pekerjaan saya. Itu sudah ada di sana, saya hanya perlu memahat bagian yang tidak penting)

Michelangelo

Quote dari Michelangelo ini menggambarkan bahwa manusia bisa menjadi apapun yang mereka inginkan, mereka hanya perlu “memahat” bagian yang tidak penting, seperti kebiasaan-kebiasaan buruk yang menghambat kesuksesan hidup. Mari mulai lakukan perubahan kecil hari ini, dan kamu akan terkejut dengan hasil luar biasa yang akan kamu dapatkan nanti.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *