fbpx

Startegi Mempertahankan Bisnis Kopi Di Indonesia Ditengah Pandemi Covid-19

Entrepreneurs.id- Bisnis kedai kopi di Indonesia belakangan ini berkembang begitu pesat. Perubahan gaya hidup hingga perkembangan jenis musik tertentu turut mendorong jenis bisnis ini bertumbuh.

Dilansir dari detikfinance pertumbuhan kedai kopi di Indonesia mencampai lebih dari 3 kali lipat. Hasil riset TOFFIN, perusahaan penyedia solusi bisnis berupa barang dan jasa di industri HOREKA (Hotel, restoran, dan kafe), bersama Majalah MIX MarComm mencatat jumlah kedai kopi di Indonesia pada Agustus 2019 mencapai lebih dari 2.950 gerai.

Angka itu ternyata meningkat hampir tiga kali lipat atau bertambah sekitar 1.950 gerai dari 2016 yang hanya sekitar 1000. Angka riil jumlah kedai kopi ini bisa lebih besar karena sensus kedai kopi itu hanya mencakup gerai-gerai berjaringan di kota-kota besar, tidak termasuk kedai-kedai kopi independen yang modern maupun tradisional di berbagai daerah.

Nah, kalian sekarang tau kan bagaimana Bisnis Kedai kopi menjadi salah satu bisnis yang banyak diminati oleh para pelaku bisnis F&B, selain modal yang tidak terlalu besar, Kedai kopi menjadi salah satu tempat favorit untuk berkumpul dengan sahabat, keluarga, selain itu karena factor kebiasaan masyarakat Indonesia yang menyukai kopi sehingga membuat kedai kopi ramai dikunjungi konsumen.

Namun sangat disayangkan ditahun 2020 ini semua lini bisnis terkena imbas dari pandemi covid-19, termasuk binsis kopi.

Starategi apa yang dilakukan kedai kopi Hanasaka, dan kedai kopi Prapanca ditengah Pandemi sangat menarik untuk dibahas. Berikut kisahnya

Awal Mula Kedai Kopi Hanasaka Dan Prapanca Berdiri

Iqbal Arwin Founder Hanasaka

Iqbal Arwin seorang founder dari kedai kopi Hanasaka, mengakui bahwa dirinya tertarik menjalani bisnis kopi karena memang sejak dari kecil Iqbal sudah suka dengan kopi dan di tahun 2013 sampe tahun 2019 Iqbal melihat kayanya seru banget nyeduh kopi manual. “Sejak kecil aku memang sudah suka dengan kopi, dan di tahun 2013-2019 saya melihat kayanya seru banget kalau bisa nyeduh kopi sendiri, akhirnya di tahun 2019 aku memutuskan untuk membuka kedai kopi pertama ku yaitu Hanasaka”, ujar Iqbal.

Krisna Julian P Founder Kopi Prapanca

Berbeda dengan Iqbal, Julian seorang founder dari kedai kopi Prapanca mengaku bahwa dirinya tertarik dengan bisnis kopi, karena memang Julian suka ngobrol dan suka cerita. “Aku tertarik membangun bisnis kopi karena, memang aku hobinya ngobrol sama suka cerita, dan banyak yang bilang kalau kopi itu adalah teman untuk diskusi, akhirnya aku memilih bisnis kopi, ujar Julian.

Mulai Membangun Brand Awareness

Kopi Prapanca

Bagi Iqbal dan Julian elemen terpenting dari sebuah bisnis adalah brand, ketika sebuah brand kamu mulai dikenal oleh banyak orang, itu akan menghasilkan keuntungan bagi kamu, karena tanpa sadar para konsumen kamu akan mulai berdatangan. Oleh karena itu keduanya memiliki strategi yang berbeda untuk membangun sebuah brand.

Dalam membangun brand awareness Iqbal melakukan strategi-startegi digital, dan menggunakan jasa influencer, serta buzzer. “Saat saya membangun brand awareness kebetulan saya kenal banyak influencer dan kenal banyak juga buzzer, selain itu saya pun menggunakan Goggle Ads, dan menstrategikan bagaimana caranya agar traffic di sosial media kamu meningkat saya terapkan semua”, ujar Iqbal

Kopi Hanasaka

Julian founder Kopi Prapanca menjelaskan dalam membangun brand awareness itu tidak semudah yang dibayangkan, dimana kita harus melakukan identifikasi kopi, mengidentifikasi market dan bagaimana cara kamu mendapatkan konsumen baru. “Membangun sebuah brand itu tidak lah mudah, kamu harus memulainya dengan mengidentifikasikan produk yang akan kamu pasarkan, dan kamu pun harus bisa mengidentifikasi market kamu, karena memang membangun bisnis itu tidak sesederhana yang kita pikirkan apalagi bisnis kopi karena bukan hanya sekedar rasa yang enak, bukan hanya membuat kopi dengan baik dan benar tapi bagaimana mendapatkan trust customer dengan behaviour yang baru ini”, ujar Julian

Startegi yang Dilakukan Kopi Prapanca dalam Mempertahankan Bisnisnya Di tengah Pandemi Covid-19

Pandemi covid-19 sangat dirasakan kita semua, termasuk sektor bisnis, hampir semua perusahaan terkena dampak dari pandemi ini, termasuk Kopi Prapanca sangat merasakan hal tersebut. Julian menjelaskan bahwa bukan hanya bisnis kopi yang terkena imbasnya. “ Tidak hanya kopi bagian dari kopi juga kaya bahan baku, susu, perusahaan penyedia gelas plastik itu juga semua kita terkena imbasnya”, ujar Julian.

Ditengah pandemi ini Julian merasa dirinya sangat sulit untuk approach customer baru. “Menurut saya karena sekarang bukan hanya rasa yang enak, bukan hanya membuat kopi dengan baik, dan benar tapi bagaimana mendapatkan trust customer dengan behaviour yang baru ini, senengnya ngopi di rumah pengennya semuanya higienis, pengennya semuanya dibuat secara home made gitu. Nah, ini yang sedang kita coba galih”, Ujar Julian.

Strategi yang Julian lakukan di tengah pandemi ini tidak begitu banyak, intinya adalah tetap survive dan kesampingkan pikiran untuk growing dan scale bisnis. “ Kesampingkan pikiran untuk growing dan scale bisnis kamu, sekarang yang saya dan teman-teman kopi pikirkan adalah bagaimana untuk tetap survive”, ujarnya.

Dalam melakukan survive Julian memiliki tips sendiri untuk survive. “Tips yang saya lakukan untuk survive tidak banyak dan ini klasik si, saya cuman bisa bilang bahwa gimana caranya kamu engage market, gimana caranya tepat guna, jadi kayak misalkan mungkin ada yang punya alat-alat yang mahal tapi engga berguna bisa dikurangi atau lebih dimaksimalkan lagi alatnya agar value si mesin bisa lebih tinggi, atau kalau kamu punya barista yang ternyata karyawanya terlalu banyak mungkin, bisa dipindahin ke pos-pos  yang masih kosong atau lemah”, Katanya

Startegi yang Dilakukan Kopi Hanasaka dalam Mempertahankan Bisnisnya Di tengah Pandemi Covid-19

Kedai kopi Hanasaka merupakan tempat kopi di Jakarta Selatan yang ramai dikujungi konsumen, namun setelah pandemi covid-19 Iqbal merasakan dampak yang sangat besar. Karena memang bisnis Iqbal berasal dari kecintaannya terhadap kopi dari kecil ia tidak pantang semangat mesti dalam keadaan susah, Iqbal berusaha membuat strategi-strategi baru untuk mendapatkan konsumen dan agar usahanya tetap berjalan. “Aku memikirkan bagaimana caranya biar produk ini tetap laku walaupun orang tanpa harus kesini, jadi aku kaya mencoba lebih memperkuat berjualan dengan cara online dengan kemampuan aku, aku mencoba meningkatkan traffic sosial media dengan bantuan ADS”. Ujarnya

Terlepas dari itu semua bagi Iqbal peran komunitas pun sangat membantu dirinya sehingga jaringan, atau komunitas sangatlah penting dalam berbisnis. “Kaya awal-awal pandemi disaat aku lagi ramai jualan online, ternyata aku kehabisan botol 1 liter, dan memang pada saat itu botol 1 liter sedang langka dan agak mahal, karena bantuan dari komunitas aku bisa mendapatkan botol 1 liter dengan pinjem dulu”, ujar Iqbal.

Strategi yang Iqbal lakukan lagi adalah perbesar segmentasi pasar, karena emang awalnya segmentasi pasar Iqbal hanya para remaja usia 19-26. “Jadi awal buka itu target pasar aku adalah usia 19-26 tahun, namun setelah pandemi aku berpikir aku harus memperluas target pasar aku jadi kaya usia 40-an bisa masuk ke targeting aku, jadi mindset aku jadi kebuka kalau pasar itu luas jadi jangan kamu kotak-kotakin.” Ujarnya

Nah, itu tadi strategi yang dilakukan Kedai kopi Hanasaka, dan Kedai kopi Prapanca untuk mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi. Agar bisnis kopi yang sedang kamu jalani bisa bertahan, kamu bisa terapkan apa yang telah mereka bagikan, berikut langkah yang bisa kamu ikuti

  1. Bangun brand awareness secara baik.
  2. Lakukan strategi-strategi baru sesuai keadaan saat ini.
  3. Gunakan strategi digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
  4. Jangan berpikir untuk scale up, atau growing bisnis kamu terlebih dahulu. Tapi pikirkan bagaimana caranya untuk survive.
  5. Perkuat jaringan dengan membangun komunitas-komunitas.
  6. Lakukan efisiensi keuangan dengan baik.

Nah, itu dia kesimpulan yang bisa diambil, silakan kamu terapkan di bisnis kamu ya, agar kamu bisa lebih tau banyak tentang bisnis ikuti seminar entrepreneurs.id

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *