fbpx
diskriminasi

Diskriminasi, Pengertian dan Cara Menghadapinya

Entrepreneur.id – Diskriminasi adalah masalah bagi banyak orang hingga hari ini. Kamu sendiri mungkin pernah diperlakukan secara tidak adil karena menjadi diri sendiri, seperti karena kamu perempuan atau berkulit hitam, atau memiliki karakteristik tertentu, seperti etnis.

Untuk mempromosikan kesetaraan di depan hukum dan dalam praktiknya di semua negara, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya menetapkan 1 Maret sebagai Zero Discrimination Day.

Peringatan tahunan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk mengambil tindakan terhadap ketidaksetaraan dalam pendapatan, usia, jenis kelamin, status kesehatan, warna kulit, ras, pekerjaan, orientasi seksual, agama, jenis kelamin dan etnis.

Pengertian diskriminasi

Diskriminasi adalah perlakuan tidak adil atau prasangka terhadap orang atau kelompok berdasarkan karakteristik seperti ras, jenis kelamin, usia atau orientasi seksual. Bagi banyak orang, perlakukan tidak adil seperti ini adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan infografik yang dipublikasikan oleh The Texas Politics Project, grup yang paling didiskriminasi (Juni 2020) adalah:

  • Orang Afrika-Amerika (36%)
  • Transgender (16%)
  • Kristiani (14%)
  • Orang kulit putih (10%)
  • Muslim (9%)
  • Gay dan Lesbian (4%)
  • Hispanik (4%)
  • Pria (3%)
  • Wanita (3%)
  • Orang Asia (1%)

Infografik ini bisa menjadi gambaran bahwa perlakuan tidak adil terjadi pada berbagai kelompok orang di seluruh negara di dunia masih terus berlanjut.

Dilihat dari kacamata sejarah, ada banyak event yang menjadi contoh diskriminasi. Misalnya:

  • Pada tahun 1940, pemimpin kulit hitam memprotes diskriminasi di Angkatan Bersenjata AS
  • Pada tahun 1943, AS melarang diskriminasi rasial dalam industri perang
  • Pada tahun 1957, New York menjadi kota pertama yang membuat undang-undang menentang diskriminasi ras atau agama di pasar perumahan (Undang-Undang Praktik Perumahan yang Adil)
  • Pada tahun 1971, Negara Bagian Washington menjadi negara bagian pertama yang melarang diskriminasi jenis kelamin
  • Pada tahun 1994, Paus Yohanes Paulus II menuntut diskriminasi hukum terhadap kaum homoseksual
  • Pada tahun 2011, kecaman pertama atas diskriminasi terhadap kaum gay, lesbian dan transgender dikeluarkan oleh Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa

Contoh diskriminasi yang terjadi di Indonesia

Di Indonesia sendiri, setidaknya ada 5 jenis atau contoh diskriminasi yang paling sering terjadi, yakni:

  1. Ras atau etnis. Ada 101 pelanggaran ras dan etnis dalam periode 2011-2018 yang dicatat oleh Komnas HAM.
  2. Agama atau keyakinan. SETARA Institute mencatat ada 200 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan yang terjadi di tahun 2020.
  3. Jenis kelamin. Ada 421 kebijakan yang diskriminatif pada perempuan dan kelompok rentan lain di tahun 2018.
  4. Terhadap penyandang disabilitas. Masih sulit bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh kesempatan yang sama seperti individu lain, terutama akses mendapatkan pekerjaan di bidang formal serta akses layanan publik.
  5. Golongan orang di kalangan masyarakat. Sebagai warga negara, masyarakat kelas bawah sulit mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang menjadi haknya karena keterbatasan biaya.

Pengaruh terhadap bisnis

Sejalan dengan dampaknya yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari, diskriminasi juga membawa pengaruh besar terhadap bisnis. Ada beberapa dampak negatif yang dibawa oleh hal ini dalam bisnis, di antaranya:

  • Menurunnya kepuasan dan motivasi kerja.

Praktik diskriminatif memengaruhi kepuasan kerja semua karyawan, tidak hanya mereka yang mengalami diskriminasi. Promosi, bonus, dan tunjangan harus diberikan berdasarkan kualifikasi dan kinerja karyawan.

Memberikan promosi berdasarkan jenis kelamin, ras, usia, atau faktor diskriminatif lainnya akan menyulitkan karyawan untuk maju dalam perusahaan atau melakukan kinerja terbaik.

  • Memengaruhi komitmen, loyalitas dan turnover karyawan.

Karyawan yang tidak berniat bekerja secara permanen berarti kurang berkomitmen dan loyal pada bisnis. Karyawan yang terus dihadapkan pada situasi diskriminatif lebih cenderung meninggalkan bisnis dan meningkatkan tingkat turnover.

Memecat karyawan yang berkinerja buruk memang bermanfaat bagi bisnis, tapi jika jumlah karyawan resign tinggi, kamu mungkin kehilangan pekerja terampil dan kompeten.

  • Reputasi dan rekrutmen.

Praktik diskriminatif memengaruhi reputasi perusahaan. Diskriminasi dapat memengaruhi klien secara langsung jika perusahaan memberikan layanan yang lebih rendah kepada sekelompok orang tertentu berdasarkan kriteria demografis tertentu, seperti ras.

Terhadap karyawan, tempat kerja yang mendapat tuntutan diskriminasi dan tidak memberikan karyawan kebebasan menyuarakan ketidakpuasan akan berdampak buruk pada kemampuan perekrutan.

Cara menghadapi diskriminasi

Menemukan cara yang sehat untuk menghadapi diskriminasi itu penting untuk kesehatan fisik dan mental. Memperingati Zero Discrimination Day, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi diskriminasi:

  • Fokus pada kekuatan diri sendiri. Berfokus pada nilai yang dipegang, keyakinan, dan kekuatan dapat memotivasimu untuk sukses dan menahan efek negatif diskriminasi. Mengatasi kesulitan akan membuatmu lebih tangguh dan lebih mampu menghadapi tantangan masa depan.
  • Cari sistem pendukung. Salah satu dampak negatif diskriminasi adalah orang yang didiskriminasi percaya pendapat negatif orang lain. Kamu mungkin mulai percaya bahwa kamu tidak cukup baik. Inilah yang membuat kamu butuh sistem pendukung, keluarga dan teman yang dapat mengingatkanmu tentang betapa berharganya kamu dan membantu kamu mengubah keyakinan yang salah itu.
  • Terlibat. Dukungan tidak harus datang dari keluarga atau teman. Kamu bisa terlibat dengan kelompok dan organisasi yang memiliki pengalaman serupa. Berhubungan dengan orang-orang tersebut dapat membantumu mencari cara untuk mengatasi situasi dan menanggapi pengalaman diskriminasi dengan cara yang mungkin tidak pernah kamu pikirkan.
  • Berpikir jernih. Menjadi sasaran diskriminasi bisa membuatmu marah, sedih, dan malu Pengalaman ini sering memicu respons fisiologis, seperti meningkatkan tekanan darah, detak jantung dan suhu tubuh. Untuk mengatasinya, cobalah perlambat pernapasan atau gunakan latihan relaksasi lainnya untuk menenangkan respons stres tubuh agar dapat berpikir lebih jernih dalam memberi tanggapan.
  • Jangan dipikirkan terus. Saat kamu mengalami diskriminasi, akan sangat sulit untuk melupakannya begitu saja. Tapi terlalu memikirkannya bisa memperburuk keadaan karena akan membuatmu lebih stres dan cemas. Solusinya, cobalah membuat rencana tentang bagaimana kamu akan merespons hal serupa jika terjadi lagi. Setelah menentukan cara menanggapinya, cobalah untuk melupakan kejadian yang sudah lalu.
  • Cari bantuan profesional. Diskriminasi sulit ditangani dan sering dikaitkan dengan gejala depresi. Psikolog ahli dalam membantu orang mengelola gejala stres, depresi dan dapat membantumu menemukan cara yang sehat untuk mengatasinya.

Itulah beberapa informasi tentang diskriminasi yang penting untuk diketahui. Ingat, semua orang berhak mendapat kesetaraan. Happy Zero Discrimination Day!

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *