fbpx
mindset pengusaha

Mindset Pengusaha, 8 Langkah Berpikir Seperti Pengusaha

Entrepreneur.id – Apa yang dimaksud dengan mindset pengusaha? Seperti namanya, mindset pengusaha adalah pola pikir yang dimiliki oleh seorang pengusaha.

Setiap pekerjaan atau profesi memiliki bentuk mindset masing-masing.

Contoh, seorang dokter harus memiliki mindset kuat untuk tetap fokus bekerja dan penyayang di saat bersamaan dalam menghadapi semua jenis penyakit pasien dan berbagai kesedihan yang menyertainya.

Jika kamu bermimpi menjadi pengusaha, penting bagimu untuk menanamkan mindset pengusaha sukses. Berikut langkah-langkahnya!

Takut gagal bukan mindset pengusaha

Coba perhatikan kisah-kisah orang sukses di dunia atau orang-orang sukses di sekitarmu, apakah ada di antara mereka yang takut gagal? Jawabannya tidak ada.

Thomas Jefferson, mantan Presiden AS ke-3, menyebut pentingnya berani mengambil risiko dengan mengatakan, “with great risk comes great reward” (dengan risiko besar datanglah “hadiah” yang besar).

Bagi pengusaha, reward dari tidak takut gagal adalah kesuksesan besar.

Jadi, latihlah dirimu untuk menanamkan pola pikir yang berbeda dari kebanyakan orang.

Contoh, jika seorang pekerja biasa ingin mendapat penghasilan lebih besar, mereka cenderung fokus memperbaiki resume dan mencari pekerjaan dengan bayaran yang lebih baik.

Sedangkan, mindset pengusaha berbeda. Seseorang dengan pola pikir pengusaha akan mencari cara untuk mendapatkan uang dengan memulai atau mengembangkan bisnis sendiri.

Seorang pengusaha tahu betul bahwa kegagalan tidak perlu ditakuti, namun perlu dihargai. Setiap “kegagalan” hanyalah batu loncatan untuk semakin dekat pada kesuksesan.

Seperti yang dikatakan oleh penemu terkenal Thomas Edison, “Saya tidak pernah gagal. Saya hanya menemukan 10.000 cara yang tidak akan berhasil.”

Mandiri

Kemandirian adalah salah satu aspek terpenting dari pola pikir pengusaha.

Pengusaha tidak suka ikut-ikutan atau bergantung dengan orang lain untuk mendapat pengarahan. Mereka mendengarkan isi hati mereka dan mengukir jalan mereka sendiri.

Seperti yang dikatakan oleh pendiri Apple, Steve Jobs, “Jangan biarkan opini orang lain menenggelamkan suara hatimu sendiri.”

Menjalankan bisnis, kamu akan dihadapkan pada berbagai pilihan dan dituntut untuk mengambil keputusan. Tanpa kemandirian, akan sulit bagimu untuk mengambil keputusan penting.

Bertanggung jawab

Mindset pengusaha selanjutnya adalah bertanggung jawab. Terlepas dari apakah sesuatu terjadi karena kesalahan mereka sendiri atau tidak, seorang pengusaha memiliki mindset bertanggung jawab yang kuat.

Sebagai seorang pengusaha, kamu bertanggung jawab mencari orang-orang terbaik untuk bekerja denganmu dan membangun tim bisnis. Jika kemudian ada masalah di dalam perusahaan, misalnya konflik antar pekerja, kamu perlu bertanggung jawab untuk menyelesaikannya.

Bertanggung jawab atas semua hal, bahkan yang bukan karena salahmu, akan membuatmu terdorong untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab. Sehingga nanti jika kamu dihadapkan pada masalah lebih besar, kamu sudah terlatih untuk menyelesaikannya.

Berorientasi tujuan

Jika orang biasa punya mimpi dan harapan, seorang pengusaha punya tujuan dan rencana.

Mindset pengusaha sangat jelas sehingga mereka tidak tenggelam pada mimpi di siang bolong atau harapan tanpa rencana mencapainya.

Kamu bisa belajar menumbuhkan mindset pengusaha dengan menerapkan tujuan dengan konsep SMART, yakni:

  • Specific (Spesifik)
  • Measurable (Dapat Diukur)
  • Attainable (Bisa Dicapai)
  • Relevant (Relevan)
  • Time-sensitive (Menetapkan Batas Waktu)

Berorientasi pada pertumbuhan

Seorang pengusaha paham bahwa untuk menjadi sukses, mereka tidak boleh jalan di tempat. Berkembang atau bertumbuh adalah mindset pengusaha yang percaya bahwa mereka dapat tumbuh sebagai manusia, mempelajari hal-hal baru, dan mengembangkan keterampilan baru.

Hal ini berbeda dengan orang dengan pola pikir tetap yang percaya bahwa siapa mereka relatif permanen dan mereka tidak dapat banyak berubah.

Lebih lanjut, psikolog Universitas Stanford Dr. Carol Dweck menyebut, “Selama 20 tahun, penelitian saya telah menunjukkan bahwa pandangan yang kamu terapkan untuk diri sendiri sangat memengaruhi cara kamu menjalani hidup.”

Artinya, jika kamu memandang dirimu sebagai seseorang yang bertumbuh, bukan seseorang yang ditakdirkan tidak bisa berubah, maka dengan upaya yang konsisten kamu dapat membentuk diri menjadi siapapun yang kamu inginkan.

Penulis dan wirausahawan Hal Elrod berkata, “Tingkat kesuksesanmu jarang akan melebihi tingkat pengembangan pribadi karena kesuksesan adalah sesuatu yang kamu tarik dengan menjadi diri sendiri.”

Dengan kata lain, pertumbuhan pribadi cenderung menciptakan kesuksesan. Jadi, teruslah berusaha untuk meningkatkan diri.

Berpikir ke depan

Apakah kamu memiliki kemampuan untuk berpikir jangka panjang? Jika iya, maka kamu sudah menerapkan cara berpikir pengusaha.

Investor miliarder terkenal Warren Buffett berkata, “Seseorang duduk di tempat teduh hari ini karena seseorang menanam pohon sejak lama.”

Maksudnya, pengusaha sukses tahu bahwa tujuan besar membutuhkan waktu lama untuk dicapai.

Jadi, mereka tahu pentingnya bersabar dan menyusun rencana ke depan untuk mencapai kesuksesan.

Menerima diri sendiri

Ini adalah hal yang mudah bagi sebagian orang, sedangkan mungkin sulit untuk sebagian orang lain.

Rasa tidak suka atau tidak puas tidak hanya berlaku untuk orang lain, tapi berlaku juga terhadap diri sendiri.

Saat kamu merasa sesuatu dalam dirimu tidak menyukai sesuatu tentang dirimu, mudah untuk merendahkan atau bahkan membenci diri sendiri.

Di sinilah pentingnya mengembangkan mindset berkembang, kamu tahu bahwa kamu selalu dapat berubah dan menjadi pribadi lebih baik.

Jadi, pengusaha sukses menerima diri mereka apa adanya. Mereka tahu siapa diri mereka dan berusaha menjadi orang yang mereka inginkan.

Terima feedback

Pengusaha sukses hanya ingin sukses, mereka tidak khawatir image-nya akan jadi kurang keren jika menerima feedback.

Ini juga merupakan salah satu rahasia sukses Elon Musk. Orang sukses paham betul bahwa belajar dari feedback akan membantu mempercepat proses menuju kesuksesan.

Singkatnya, jangan mencari validasi, mintalah masukan untuk perbaikan.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *