fbpx
takut gagal

Takut Gagal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Entrepreneur.id – Takut gagal, dikenal juga sebagai atychiphobia, bisa muncul seiring bertambahnya usia. Umumnya, orang dengan atychiphobia merasa sulit menghadapi kegagalan.

Mereka yakin jika ada kemungkinan gagal pada sesuatu, tidak ada gunanya mencoba.

Namun sikap ini bukanlah sifat bawaan lahir. Rasa takut gagal dapat berkembang karena berbagai alasan, mulai dari tumbuh bersama orang tua yang keras, mengalami bullying, hingga peristiwa traumatis.

Untuk memahami penyebab takut gagal dan cara mengatasinya lebih dalam, mari simak informasi di bawah ini!

Pengertian ketakukan

Ketakutan adalah emosi manusia yang kuat dan alami. Semua orang pasti pernah merasa takut, apapun penyebabnya. Ketakutan mengingatkan kita akan adanya bahaya atau ancaman bahaya, baik bahaya yang bersifat fisik maupun psikologis.

Terkadang ketakutan berasal dari ancaman nyata, tapi juga bisa berasal dari bahaya yang dibayangkan. Itulah mengapa banyak orang yang takut sebelum mencoba sesuatu.

Rasa takut juga bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi kesehatan mental, seperti gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, fobia, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Jenis ketakukan

Ada dua jenis ketakutan yang merupakan reaksi terhadap ancaman, yakni biokimia dan emosional. Berikut penjelasannya:

  • Reaksi biokimia

Ketakutan adalah emosi alami dan mekanisme bertahan hidup. Saat kamu merasa terancam, tubuh akan merespons dengan cara tertentu.

Reaksi fisik terhadap rasa takut bisa berupa berkeringat, detak jantung meningkat, dan tingginya tingkat adrenalin.

Respons fisik ini juga dikenal sebagai respons “lawan atau lari”. Jadi, saat merasa terancam, tubuh akan mempersiapkan diri untuk memasuki “pertempuran” atau “melarikan diri”.

Reaksi biokimia ini adalah respons otomatis yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia.

  • Respon emosional

Sebaliknya, respons emosional terhadap rasa takut bisa dianggap positif atau negatif, tergantung pada orang yang mengalaminya.

Apakah kamu termasuk orang yang takut dengan hal mistis tapi suka menonton film horor? Jika iya, maka kamu memiliki respon positif terhadap rasa takut, khususnya terkait menonton film horor.

Itu karena rasa takut melibatkan beberapa reaksi kimia yang sama di otak terkait emosi positif seperti kebahagiaan dan kegembiraan. Jadi, perasaan takut dalam keadaan tertentu dapat dianggap menyenangkan, contohnya saat kamu menonton film horor.

Orang yang merespon rasa takut dengan positif suka menantang adrenalin, mencoba berbagai olahraga ekstrim dan situasi menegangkan lainnya yang menimbulkan rasa takut.

Sementara itu, orang lain yang bereaksi negatif terhadap perasaan takut menghindari situasi yang menimbulkan rasa takut dengan cara apapun.

Penyebab takut gagal

Kenapa kamu takut gagal? Jawabannya bisa jadi sangat kompleks dan beragam.

Misal, kamu pernah mencoba memulai bisnis yang merupakan impianmu. Kamu merasa sudah berusaha sangat maksimal, tapi usahamu berakhir gagal.

Sementara orang lain mungkin bisa menerima kegagalan tersebut sebagai pelajaran, sebagian yang lain mungkin menjadi trauma dan takut kembali mencoba.

Kesimpulannya, rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai hal. Semua tergantung bagaimana kamu merespon kejadian yang menyebabkan rasa takut tersebut.

Selain karena pengalaman, rasa takut bisa muncul karena menimbulkan gejala fisik. Contoh, takut ketinggian karena menimbulkan rasa pusing dan mual.

Lebih lanjut, beberapa pemicu rasa takut yang umum termasuk:

  • Benda atau situasi tertentu (laba-laba, ular, ketinggian, terbang, dll)
  • Acara/peristiwa mendatang
  • Peristiwa yang dibayangkan
  • Bahaya lingkungan nyata
  • Hal yang tidak diketahui

Cara mengatasi rasa takut

Kamu bisa takut terhadap banyak hal, termasuk takut memulai usaha/bisnis yang selama ini kamu bayangkan. Jika rasa takut tersebut sudah menjadi makin besar, bagaimana kamu bisa mengatasinya?

Ada beberapa kunci jawaban yang bisa kamu coba. Di antaranya:

  • Belajar merasa nyaman dengan ketidaknyamanan

Jika kamu bekerja untuk orang lain, kamu dituntut untuk mengikuti aturan perusahaan dan akan mendapat imbalan karenanya. Kamu pun mungkin sudah sangat nyaman jika bekerja di perusahaan yang sama sekian lama.

Kamu mungkin seorang ahli di bidang tertentu dan punya kualitas kerja sangat bagus. Namun, menjadi bos bagi diri sendiri sulit diprediksi.

Untuk menjadi pemilik bisnis yang sukses, kamu harus menerima ketidaknyamanan. Penting bagimu untuk menyadari bahwa tidak mungkin menjadi ahli dalam segala hal.

Sebagai seorang pengusaha, kamu mungkin harus menemukan orang yang lebih pintar darimu untuk melengkapi area yang tidak begitu kamu tahu.

Bersiaplah untuk merasa nyaman dengan mengambil risiko, mencoba hal-hal baru, dan terkadang melawan arus untuk mempercayai naluri.

  • Ubah caramu memandang rasa takut

Kebanyakan orang menganggap ketakutan sebagai emosi negatif, mungkin kamu juga demikian. Respons yang sangat alami ini selalu muncul saat kamu akan memulai sesuatu yang hebat.

Saat kamu berpikir untuk memulai bisnis, ketakutan paling alami adalah ketakutan akan kegagalan. Jadi, daripada memikirkan tentang bagaimana kamu akan gagal, tanyakan pada dirimu sendiri, “apa yang aku korbankan dengan tidak mencoba?”.

Jika jawabannya adalah kemungkinan untuk sukses, maka cobalah mengubur rasa takut karena hal tersebut. Daripada takut gagal, takutlah kamu akan menyesal jika tidak mencoba.

  • Kembangkan rasa ingin belajar

Sebuah studi penelitian yang menganalisis rasa takut gagal dalam berwirausaha menemukan bahwa salah satu cara pengusaha mengatasi perasaan takut adalah dengan fokus mencari pengetahuan dan informasi.

Artinya, kamu harus terbuka terhadap proses belajar, termasuk melakukan penelitian dan berjejaring dengan mentor dan pakar.

Belajar bisa menjadi penangkal yang ampuh untuk takut gagal. Faktanya, para pemimpin dan pengusaha paling sukses fokus pada belajar seumur hidup. Bill Gates membaca sekitar 50 buku setahun dan Warren Buffett menginvestasikan sebagian besar waktunya untuk belajar.

Yakinlah, jika kamu bisa membuka diri untuk belajar hal-hal baru, rasa takut akan mundur sendiri. Fokuslah pada mimpi yang ingin kamu wujudkan, bukan rasa takut yang membuatmu ragu.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *