fbpx
penyebab kegagalan bisnis

Penyebab Kegagalan Bisnis dan Cara Menghindarinya

Entrepreneur.id – Mengetahui penyebab kegagalan bisnis dan cara menghindarinya mungkin adalah dua hal yang paling ingin diketahui oleh semua pebisnis. Apalagi dengan banyaknya jumlah bisnis atau startup yang gagal saat ini, mengetahui penyebab dan cara menghindari kegagalan bisa membantu pebisnis dalam mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Dilihat dari kuantitasnya, jumlah startup di Indonesia menduduki posisi kelima dunia Startup Ranking. Terdapat 2.193 startup pada tahun 2019 yang tumbuh di tanah air. Masalahnya, tingkat kesuksesan mendirikan startup (success rate startup) di Indonesia saat ini masih rendah.

Laporan Bureau of Labor Statistic (BLS) menyebut 50% startup menderita kegagalan dalam 4 tahun pertama setelah didirikan. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pengembangan bisnis yang baik untuk menghindari kegagalan bisnis. Mari mulai dengan memahami penyebab kegagalan bisnis dan cara menghindarinya berikut ini!

Tidak Mempunyai Rencana Bisnis

Banyak hal yang perlu kamu siapkan diawal perintisan bisnis, tidak terkecuali rencana bisnis. Salah satu elemen penting dalam bisnis ini akan membantumu dalam semua aspek bisnis, mulai dari pembiayaan hingga operasional. Rencana bisnis dapat kamu gunakan sebagai panduan menjalankan bisnis agar lebih dekat pada kesuksesan.

Beberapa manfaat rencana bisnis adalah:

  1. Membantu membuat keputusan. Informasi spesifik yang kamu tuliskan dalam rencana bisnis akan mencegahmu bingung dalam mengambil keputusan. Contoh, bagian “Produk dan Layanan” dari rencana bisnis akan membantumu memutuskan produk apa yang akan dijual dan dengan harga berapa.
  2. Mengidentifikasi apa yang kurang. Menulis rencana bisnis seringkali menjadi masalah pertama yang dihadapi pebisnis. Sementara banyak pebisnis mungkin tidak ingin ambil pusing dan dengan percaya diri ingin langsung terjun ke lapangan, mengidentifikasi apa yang kurang di awal memberikan kesempatan kepada pebisnis untuk meningkatkan research, menguji ide, dan mengambil langkah-langkah untuk membuat bisnis lebih kuat dan layak.
  3. Rencana bisnis bisa memberikan ide baru. Dari proses merencanakan bisnis, kamu bisa menemukan ide-ide baru, perspektif segar, dan pendekatan berbeda. Rencana bisnis yang efektif adalah alat fleksibel, berkembang, dan dinamis yang dapat membantumu berpikir kreatif dan menghasilkan solusi baru untuk beberapa tantangan bisnis terberatmu.

Jadi, untuk mencegah penyebab kegagalan bisnis satu ini, kamu perlu membuat rencana bisnis. Caranya adalah:

  1. Tentukan model bisnis secara spesifik. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini, “Apa bisnismu?”, “Bagaimana kamu berencana menghasilkan uang dari bisnis tersebut?”. Mengetahui model bisnis sejak awal membantumu mengetahui bagaimana dan kapan kamu akan memperoleh keuntungan dari bisnis yang kamu jalankan.
  2. Ketahui kebutuhan pasar akan produk atau jasa yang kamu tawarkan. 42% bisnis gagal karena pasar tidak membutuhkan produk atau layanan mereka. Itulah mengapa sangat penting untuk memahami kebutuhan pasar agar kamu dapat menghindari berinvestasi pada ide yang salah. Jika bisnismu punya lokasi fisik, pastikan kamu lakukan analisis lokasi untuk memastikan kamu benar-benar akan melayani komunitas tempat bisnismu didirikan.
  3. Analisis persaingan. Kamu wajib memahami persaingan jika bisnismu punya lokasi fisik. Contoh, kamu berencana membuka restoran pasta, sementara di lokasi yang kamu incar sudah ada restoran Italia yang berkembang pesat dan disukai oleh masyarakat. Daripada bersaing tanpa strategi jitu, lebih baik kamu membuka jenis restoran lain, misalnya restoran makanan Korea untuk memenuhi kebutuhan menu makanan lain di lokasi yang sama.

Memulai Bisnis dengan Utang Terlalu Besar

Tidak sedikit sebuah bisnis diluncurkan dengan hasil uang pinjaman atau utang. Meskipun ini adalah hal wajar, namun berutang terlalu banyak akan menjadi masalah nantinya jika kamu tidak mampu memprioritaskan pelunasan utang dan melakukan pembayaran tepat waktu. Bobot utang yang terlalu besar akan membuat bisnismu semakin sulit meraih untung.

Dilansir dari detikcom, Arlianto Kurniawan yang merupakan pemilik dan penemu produk penghemat BBM Cleanoz memberikan solusi bagi pebisnis untuk memulai bisnis tanpa utang. Ia menyarankan pebisnis melupakan pinjaman dari bank dan dana dari investor sebagai sumber modal, dan fokus mengumpulkan modal dari market atau pasar.

Ia menyarankan pebisnis agar memulai bisnis dengan modal yang dimiliki sendiri, bisa dari modal tabungan atau bantuan dari orang tua dan teman. Jika jeli dalam melihat peluang pasar, bersabar, dan pantang menyerah dalam mencari keuntungan, pebisnis bisa memulai bisnis tanpa utang.

Kuncinya adalah memutar keuntungan yang didapatkan untuk dijadikan sebagai modal di kegiatan usaha atau bisnis selanjutnya. Prinsip bisnis ini telah memberikan keuntungan yang besar bagi Arlianto Kurniawan. Dengan modal Rp900 juta, ia sukses memperoleh omzet sebesar Rp4,5 miliar dalam waktu singkat 1,5 tahun berjualan Cleanoz.

Kesalahan dalam Mengelola Arus Kas

Empat puluh persen bisnis menghasilkan uang, sementara 30 persen balik modal dan 30 persen lainnya merugi. Jika kamu ingin menjadi bagian dari 40 persen bisnis yang menghasilkan uang, kamu harus fokus dalam memperhatikan arus kas, inventaris, dan praktik operasional bisnis.

Kamu juga harus ingat bahwa arus kas dan laba adalah dua hal yang berbeda. Bisnismu bisa untung tapi tetap tidak punya uang tunai karena laba melihat keadaan penjualan saat ini, termasuk penjualan yang mungkin belum diproses dengan piutang bisnis.

Artinya, mengabaikan arus kas berarti mengabaikan uang yang sebenarnya harus kamu tangani. Uang tunai dalam arus kas itulah yang kamu butuhkan untuk kebutuhan operasional sehari-hari seperti membayar faktur, tagihan, dan gaji karyawan.

Oleh karena itu, saat bisnismu tumbuh dan berkembang, penting agar piutang dikelola dengan fokus pada arus kas. Jika bisnis gagal membuat penyesuaian terhadap arus kas, kemungkinan besar bisnis akan kehabisan modal operasi. Dan jika kamu kehabisan modal, hampir tidak mungkin untuk terus membayar faktur dan gaji karyawan.

Kepemimpinan yang Tidak Efektif

Lima puluh tujuh persen karyawan berhenti dari pekerjaan mereka karena bos yang buruk. 14 persen lainnya memilih resign karena manajemen yang buruk. Oleh karena itu, kamu membutuhkan “soft skill” yang baik dalam memanajemen bisnis, terutama jika kamu baru dalam menjalankan bisnis.

Kamu perlu mengembangkan kemampuan mendengarkan secara aktif, memiliki empati, komunikasi, dan kompromi. Beberapa keterampilan tersebut harus kamu kembangkan saat kamu melangkah ke dalam peran kepemimpinan.

Sebagai pemilik bisnis, karyawan, vendor, dan klien akan memandangmu sebagai cerminan bisnis secara keseluruhan. Jadi, sejak awal memulai bisnis, tetapkanlah visi yang jelas dan konsisten untuk tim. Belajarlah berkomunikasi secara sering dan efektif, memberi dan menerima feedback, dan tahu bagaimana cara melakukan eksekusi bisnis dengan baik.

Itulah beberapa penyebab kegagalan bisnis dan cara menghindarinya yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat!

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *