fbpx

Gejala dan Cara Atasi Depresi bagi Entrepreneur

Entrepreneur.id – Jika Anda menjalankan bisnis, mungkin Anda tidak asing dengan depresi. Menjadi entrepreneur bisa membawa stres dan gejolak emosional. Saat memulai bisnis, Anda dihadapkan pada risiko kegagalan yang tinggi. Menurut penelitian yang dilakukan Shikhar Ghosh, seorang dosen Harvard Business School, tiga dari empat startup gagal. Shikhar Ghosh juga menemukan bahwa lebih dari 95 persen startup gagal dalam proyeksi awal mereka.

Sebagai entrepreneur, Anda melakukan banyak peran dan menghadapi banyak tantangan, mulai dari kehilangan pelanggan, berselisih dengan partner kerja, persaingan yang brutal, masalah kepegawaian, dan banyak hal lain yang membuat Anda merasa frustrasi. Semua masalah pelik tersebut seringkali membuat entrepreneur baru mengabaikan kesehatan, mereka makan terlalu banyak atau terlalu sedikit, tidak cukup tidur, dan jarang berolahraga.

Jadi, tidak mengherankan jika entrepreneur mengalami lebih banyak kecemasan daripada karyawan. Dalam Gallup-Healthways Well-Being Index terbaru, 34 persen pengusaha melaporkan bahwa mereka cemas, dan 45 persen lainnya mengaku stres. Menurut peneliti, orang-orang yang energik, termotivasi, dan kreatif lebih cenderung menjadi entrepreneur dan memiliki keadaan emosional yang kuat. Keadaan emosional tersebut mungkin termasuk depresi, putus asa, perasaan tidak berharga, kehilangan motivasi, dan pemikiran untuk bunuh diri.

Penyebab Entrepreneur Depresi

Gejala Depresi

Sedih adalah perasaan yang sesekali dirasakan oleh setiap orang, terutama sebagai reaksi terhadap peristiwa negatif, rencana yang gagal, atau kondisi yang tidak diharapkan. Namun, jika perasaan ini menjadi sangat besar hingga mengganggu rutinitas sehari-hari, dan berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan pada suatu waktu, kemungkinan besar Anda mengalami depresi.

Banyak orang menggunakan kata depresi untuk menggambarkan perasaan sedih yang sementara, namun depresi sesungguhnya tidak sementara dan bisa melemahkan. Bagi entrepreneur yang sibuk, gejala depresi bisa bersembunyi di balik stres yang dianggap hal normal dan memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup entrepreneur. Beberapa gejala depresi yang perlu Anda perhatikan adalah:

  • Insomnia
  • Kecemasan yang terus-menerus
  • Kegelisahan
  • Pesimisme
  • Mudah tersinggung
  • Kehilangan minat pada apa yang sebelumnya dianggap menyenangkan

Bagi banyak pemilik bisnis, gejala-gejala di atas mungkin tampak sebagai bagian tak terpisahkan dari menjadi entrepreneur yang bekerja keras untuk meraih kesuksesan, sehingga sinyal bahaya diabaikan. Hingga kemudian suatu hari, segala sesuatunya lepas kendali. Jika Anda merasakan gejala di atas dalam waktu yang lama, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan ahli medis untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Cara Mengatasi Depresi

Depresi bisa membuat Anda merasa tidak berdaya. Ingat, bahwa itu hanyalah perasaan, bukan fakta. Jadi, cobalah untuk mengatasinya dengan beberapa cara berikut:

Hadapi Kenyataan

Kenyataannya, menjadi entrepreneur itu sulit dan tidak ada jaminan Anda akan sukses. Jika Anda bisa menerima dan menghadapi kenyataan sebagai entrepreneur, akan lebih mudah bagi Anda untuk terlepas dari bayang depresi. Sekitar 50% bisnis gagal dalam 4 tahun setelah didirikan. Pengusaha yang belum pernah mendirikan bisnis sebelumnya menghadapi tingkat kegagalan yang lebih besar. Sederhananya, ada lebih banyak peluang gagal daripada berhasil.

Memang terdengar menakutkan, tapi itulah kenyataannya. Anda tidak hanya butuh keyakinan, harapan, dorongan, dan kepositifan saat membuat bisnis, tapi juga kebijaksanaan untuk menerima semua kemungkinan. Sikap ini akan membantu mengurangi kekecewaan besar terhadap kegagalan yang tak terhindarkan di sepanjang jalan. Sebaiknya Anda juga memiliki rencana alternatif dan realistis jika bisnis Anda berakhir gagal.

Persiapkan Diri Menghadapi Kegagalan

Jika Anda sudah tahu risikonya, mewaspadai tanda-tandanya, selanjutnya Anda perlu rencana untuk mencegah dan menghadapinya. Lakukan afirmasi positif dan dengarkan konten motivasi untuk menjaga semangat. Anda harus memulai bisnis dengan ekspektasi yang realistis. Harapkanlah kegagalan, atau lebih baik, sadari bahwa tidak ada yang namanya kegagalan, hanya kesempatan belajar, jadi Anda dapat memvaksinasi diri sendiri sebelum terjun berbisnis.

Jangan Ragu Minta Bantuan dan Dukungan Orang Lain

Hal terburuk yang bisa Anda lakukan dalam menghadapi depresi adalah menyendiri. Jaga kesehatan mental dengan meminta nasihat dari mentor atau orang berpengalaman dan dukungan dari teman dan keluarga. Menghabiskan waktu dengan orang-orang yang membuat Anda bisa menjadi apa adanya terbuka tentang apa yang Anda rasakan adalah kekuatan dan tindakan positif terbaik yang dapat Anda lakukan.

Sayangi Diri Sendiri

Saat fokus membangun bisnis, sangat mudah bagi Anda untuk mengabaikan hal-hal yang paling memengaruhi keseimbangan mental dan emosional dalam hidup. Misalnya makan sehat, cukup tidur, berolahraga, dan bersosialisasi. Sangat penting untuk mempraktikkan perawatan diri dan menyayangi diri sendiri, terutama saat pekerjaan sedang dalam masa paling intens. Anda bisa menghabiskan waktu istirahat tanpa smartphone dan aplikasi digital beberapa waktu saat weekend sebagai langkah fokus pada kesehatan dan tidak hanya bekerja sepanjang waktu.

Tidur

Akan ada waktu di mana Anda mungkin begitu sibuk sehingga tidak bisa tidur selama berhari-hari. Itu mungkin bagian dari pekerjaan, tapi sama sekali tidak sehat. Tidur sangat penting, hingga menjadi salah satu rahasia terpenting untuk sukses sebagai entrepreneur. Tidur akan membantu Anda tampil lebih baik dan melindungi suasana hati dan kondisi mental Anda. Tidur lebih penting daripada apapun untuk menjaga kesehatan dan mengatasi depresi.

Ambil Waktu Istirahat

Jangan merasa bahwa hidup Anda hanya soal pekerjaan. Pekerjaan hanyalah salah satu bagian dari hidup, jadi beri diri Anda waktu istirahat saat Anda membutuhkannya. Luangkan satu hari, akhir pekan, satu minggu, atau bahkan dua bulan jika memang dibutuhkan. Kemungkinan bisnis Anda akan tetap ada saat Anda kembali. Meskipun tidak, Anda masih hidup dan bisa mengambil langkah selanjutnya setelah beristirahat.

Menulis Jurnal

Menulis jurnal adalah salah satu cara terbaik menjaga perspektif tetap jernih. Anda dapat menuliskan perkembangan sejauh ini, apa yang berhasil Anda pertahankan sebelumnya, menjelaskan situasi Anda saat ini dan upaya apa yang Anda lakukan untuk rencana jangka panjang. Banyak ahli kesehatan mental merekomendasikan pembuatan jurnal karena dapat memperbaiki suasana hati dan mengelola gejala depresi. Studi mendukung dan menyarankan jurnal baik untuk kesehatan mental.

Pengobatan

Hampir semua orang saat ini sadar akan kerugian dari menjalankan bentuk pengobatan. Namun, entrepreneur tidak boleh ragu meminta bantuan saat membutuhkannya. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang pernah mengalami depresi sebelumnya dan dalam waktu yang lama. Anda mungkin hanya perlu berbicara dengan seorang profesional atau menjalani pengobatan untuk masalah fisiologis yang Anda alami selama ini.

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *